Mengajar Anak Memahami Emosi

Mengajar Anak Memahami Emosi

Mengajar Anak Memahami Emosi  – Pikirkan Anda sedang rasakan amarah Anda dan jika suatu hal yang kuat, seperti gunung berapi yang siap meletus.

Tapi Anda tidak bisa mengungkapkannya. Anda tidak mempunyai kalimat untuk memvisualisasikan apa yang Anda alami.

Inilah Cara Mengajar Anak tentang Memahami Emosi dan Perasaan

Kemungkinan Anda mulai akan memainkannya menginjak-injak kaki Anda, merusak beberapa barang, memukul yang kemungkinan tidak pas bila kemarahan ialah emosinya. Dan saat orang tetap tidak pahami kenapa Anda melakukan tindakan demikian edan, Anda kemungkinan meningkatkan perasaan lain frustrasi.

Baca Juga: Hilangkan Penyesalan Dalam Hidupmu

Beberapa anak mempunyai emosi yang serupa seperti orang dewasa. Emosi orang dewasa sama dengan emosi beberapa anak. Mereka cuman tidak mempunyai kosa kata repertoar yang ada untuk mereka agar bisa sampaikan apa yang mereka alami.

Saat mereka tiba ke dunia ini, beberapa anak untuk semuanya tujuan dan tujuan ialah kanvas kosong. Terserah Anda, jadi orang tua, untuk mengajarkan mereka langkah ekspresikan diri dengan yang paling sehat. Ketrampilan yang Anda sampaikan akan menolong mereka meningkatkan kekuatan mereka untuk berbicara dengan pas saat mereka tumbuh jadi orang dewasa. Itu kenapa mengajarkan beberapa anak Anda mengenai emosi dan perasaan penting.

Tips Mengajari Anak Tentang Emosi

Saat ini, karena hanya seorang anak tidak bisa mengartikulasikan apa yang mereka alami dalam tidak bermakna mereka tidak berasa frustrasi, geram, sedih, dan lain-lain. Semua perasaan itu berada di sana, siap untuk keluar saat mereka terpacu. Beberapa anak perlu pahami siapa mereka dan pelajari kalimat yang paling memvisualisasikan mereka. Di situlah Anda masuk.

Pada umur 2 tahun, beberapa anak mulai dapat meresap beberapa hal. Jangan sampai memikir begitu awal untuk mulai mengajarkan mereka bagaimana bereaksi dengan kalimat dibanding sikap, khususnya sikap negatif. Anda dapat awali dengan mengajarkan beberapa anak Anda emosi landasan, seperti suka, bersedih, geram, dan takut.

Menurut artikel Mengajarkan Anak Anda Mengenai Emosi, “pada umur empat sampai enam tahun, umumnya anak bisa mengenal dan pahami emosi landasan: suka, bersedih, geram, dan takut.

Mengajar Anak Memahami Emosi yang lebih kompleks (seperti kesombongan, rasa bersalah, dan rasa malu) dibuat di atas emosi landasan. Seorang anak harus mempunyai pengetahuan yang baik mengenai emosi landasan saat sebelum ia dikenalkan dengan emosi yang lebih kompleks.”

Peluang mengajarkan ada selalu. Misalkan, saat Anda menidurkan Lili Kecil dan ia mulai menangis demikian Anda ke arah pintu, Anda kemungkinan ingin menjelaskan suatu hal seperti, “Kelihatannya Anda berasa takut karena saya tinggalkan Anda sendirian.” Di titik ini, Anda dapat meyakinkannya jika semua baik saja dan jika Anda cuman berada di kamar samping bila ia memerlukan Anda.

Bersamaan pertambahan umur anak Anda, Anda bisa meneruskan dengan mengajarkan mereka mengenai emosi yang lebih kompleks, seperti kekesalan, frustrasi, dan kepanikan, antara banyak yang lain.

Berikut sejumlah contoh langkah Anda mulai dapat Mengajar beberapa anak Anda Memahami Emosi dan perasaan:

  1. Sebut Perasaan

Kapan saja Anda menyaksikan anak Anda memainkan emosi, itu saat yang pas untuk mulai mendidiknya. Misalnya Anda lagi ada di taman. Little Beaver sedang bersenang-senang, tetapi Anda punyai janji sama dokter gigi dan harus pergi. Ucapkan pada Little Beaver dan ia silangkan lengannya dan memulai mencapai kakinya. Anda dapat menyaksikan asap keluar dari telinganya.

Langkah yang baik untuk mulai mengajarkan ia mengenai emosinya dengan menjelaskan, “Kamu berasa geram karena harus tinggalkan taman, tetapi kami punyai janji sama dokter gigi saat ini. Kami akan kembali lain hari. ”

Atau kira Little Beaver akan dijemput untuk bermalam. Ia tersenyum, menyaksikan keluar jendela tiap beberapa waktu, dan bertanya jam berapakah saat ini. Ini saat yang pas untuk mengatakan perasaannya. “Wow, kamu suka menyaksikan temanmu, kan? ”

Manusia selalu rasakan, terhitung beberapa anak. Tidak begitu susah untuk tampilkan beberapa momen latih selama seharian. Pakai mereka untuk keuntungan Anda.

  1. Baca Buku Yang Mempunyai Watak Bermasalah Dengan Emosi

Salah satunya buku favorite saya ialah Love You Forever oleh Robert Munsch dan digambarkan oleh Sheila McGraw. Buku ini sangatlah baik, saya sendiri telah membacanya seringkali. Ini ialah cerita yang sentuh perasaan yang bisa Anda bacakan ke beberapa anak Anda untuk mengajar mengenai bermacam emosi frustrasi, amarah, cinta, duka cita, dan lain-lain.

Dalam membaca buku, Anda bisa menanyakan ke anak Anda, “Menurut Anda, apa yang dirasa ibunya sekarang ini sesudah putranya membuat kerusuhan di dapur?” Atau, “Menurut Anda apa yang dirasa pria itu menyaksikan ibunya tua dan kurang kuat?”

  1. Sampaikan Lagu Yang Bicara Mengenai Perasaan

Anda kemungkinan sudah mengetahui ini bahkan bisa saja menyanyikannya sendiri sebagai seorang anak atau untuk anak Anda, tapi ada lagu bagus dengan judul If You’re Bahagia and You Know It ! Ini ialah lagu yang membahagiakan untuk mengajarkan beberapa anak Anda mengenai kebahagiaan.

  1. Bahas Mengenai Bagaimana Perasaan Orang Lain

Kami melangsungkan Family Night satu minggu sekali di dalam rumah kami. Cucu wanita saya berumur 9 tahun, dan ia senang bicara. Kami umumnya berkeliling-keliling meja untuk share beberapa hal penting hari kami. Saat gilirannya datang, ia ialah Ms. Chatty Kathy. Tapi saat gantian orang selanjutnya, ia umumnya keluar, mulai melaju di kursinya, atau bangun untuk pergi. Konsentrasinya tak lagi kepadanya, jadi ia tidak ketarik.

Saya sudah memakai waktu ini untuk mengajarkan anak saya mengenai emosi dan perasaan seseorang. Misalkan, saya akan berbicara, “Sophia, Anda mendapatkan gantian dan seluruh orang dengarkan dengan penuh perhatian. Menurut Anda, bagaimana perasaan saudara Anda saat ia berusaha untuk share harinya dan Anda bangun dan tinggalkan meja? ” Lantas, ia akan menjelaskan suatu hal seperti, “Bersedih?” Dan saya akan menjawab, “Ya, itu betul, ia bersedih karena Anda tidak mau mendengarkannya.” Ia umumnya pahami tujuannya.

Bahkan juga pada umur sembilan tahun, ia masih perlu diajari jika seseorang mempunyai perasaan dan penting untuknya untuk menghargai mereka. Ini saat yang pas untuk mengajar empati.

  1. Jadikanlah Kebiasaan untuk Menandai Perasaan Anda Sendiri

Ayah saya wafat belakangan ini. Terang sekali, saya berasa benar-benar bersedih dan tertekan. Cucu wanita saya tinggal di samping dan sudah jadi sisi dari keseluruhnya proses, dari saat ayah saya jatuh sampai empat minggu selanjutnya saat ia wafat.

Sesudah keruntuhan pertama, saya memberitahu ia, “Saya takut Abuelo tidak sukses.” Atau, “Saya ke rumah sakit untuk berkunjung Abuelo dan benar-benar bersedih menyaksikan ia demikian tidak memiliki daya.” Bahkan juga sesudah meninggalnya, saya mengutarakan rasa lain lega. “Saya benar-benar lega jika ia wafat di dalam rumah dan berbahagia karena ia tak lagi menanggung derita.”

Ini ialah pukulan yang paling berat untuk saya dan seluruh orang di keluarga. Untungnya, kami semua mendapatkan peluang baik untuk mengutarakan rasa kami di peringatan itu. Dan saat Sophia yang berumur 9 tahun dengarkan dengan benar-benar, ia sanggup merangkum perasaannya sendiri, “Abuelo ialah pria yang baik. Ia selalu membenahi segala hal bagiku. Saya bersedih saya tidak mengenalinya lebih baik. ” Benar-benar cantik untuk didengarkan.

  1. Terangkan Emosi Orang Lain

Beberapa anak ego-sentris. Mereka yakin dunia berputar-putar di seputar mereka. Pertimbangan egosentris ialah “kecondongan normal untuk seorang anak kecil untuk menyaksikan segala hal yang terjadi berkenaan dengan dirinya- atau dirinya. Ini bukanlah keegoisan. Beberapa anak kecil tidak bisa pahami pemikiran yang lain. ”

Misalkan, bila anak kecil Anda kebenaran melompat-lompat dan secara tidak menyengaja terjadi gempa bumi, kemungkinan mereka akan menduga jika mereka yang mengakibatkan gempa bumi. Umur muda mereka menahan mereka untuk ketahui secara berlainan. Demikian juga, saat orangtua berpisah , anak secara automatis yakin jika itu ialah kekeliruan mereka jika mereka tentu sudah lakukan suatu hal yang keliru yang mengakibatkan perpisahan itu.

Karena mereka percaya jika mereka pusat semesta alam, susah untuk beberapa anak untuk pahami jika seseorang mempunyai emosi dan perasaan. Apabila mereka melakukan, mereka kemungkinan yakin jika mereka yang mengakibatkan.

Pakai peluang yang ideal untuk menerangkan perasaan seseorang, dan terangkan jika mereka tidak selamanya bertanggungjawab atas perasaan seseorang. Misalkan, dalam kasus perpisahan yang akan selekasnya terjadi, Anda kemungkinan ingin menjelaskan, “Ayah Anda dan saya akan berpisah, tapi itu tidak ada hubungan dengan Anda. Kami berdua benar-benar menyukaimu. Kami pahami ini benar-benar memilukan untuk Anda. Buat kami ! ”

  1. Pakai Gambar atau Emoji

Langkah luar biasa yang lain untuk mengajarkan anak Anda mengenai perasaan dan emosi ialah lewat gambar dan emoji. Saya ingat jika pada salah satunya lawatan saya ke rumah sakit untuk menyaksikan ayah saya, saya menyaksikan bermacam emoji muka kecil di papan tempat pasien bisa pilih untuk mengutarakan tingkat merasa sakit mereka. Itu dapat dilaksanakan dengan beberapa anak.

Saat mereka rasakan suatu hal yang Anda ketahui, Anda bisa memperlihatkan emoji ke mereka dan menanyakan, “Perasaan apa yang Anda alami saat ini? Dapatkah kamu pilih diantaranya? ” Pertama kali Anda kemungkinan ingin mengulas masing-masing dengan menerangkan apakah arti.

Ada pula video yang kemungkinan ingin Anda saksikan bersama beberapa anak Anda, video Pengajaran – Perasaan dan Emosi Dengan Emoji. Ini bukan hanya akan menolong Anda mengajarkan mereka mengenai topik penting ini, tapi akan memberikan Anda waktu untuk merajut ikatan yang baik.

Faedah besar yang lain yang dibuat dari mengajar emosi ke beberapa anak, khususnya amarah dan frustrasi, ialah jika mereka condong tidak melakukan tindakan. Misalkan, dengan menggerakkan mereka memakai kalimat untuk mengutarakan kemarahannya, mereka tidak melepaskannya dengan memukul. Minimal mereka akan mempunyai kalimat yang ada buat mereka.

Dengan mengajarkan beberapa anak Anda mengenai perasaan dan emosi mereka dan kalimat apa yang dipakai untuk memvisualisasikan mereka, hal tersebut buka dunia baru untuk mereka. Ini ibarat Helen Keller saat ia pada akhirnya pahami makna kalimat.

Dalam film The Miracle Worker, ada episode mengagumkan di mana ia ketahui jika air mempunyai nama jika segala hal mempunyai nama. Kemudian, tidak ada yang dapat menghentikannya dunianya terbuka seutuhnya. Episode itu tetap membuatku bergidik sampai ini hari.