Bertemu Orang di Waktu Salah

Bertemu Orang di Waktu Salah

Bertemu Orang di Waktu Salah – Mereka ngomong waktu ialah segalanya dan “mereka” betul jalani hidup berusaha untuk bikin keputusan sempurna.

Kita dibombardir dengan info yang menjelaskan jika kita tidak sempurna dan kita harus bekerja keras untuk capai keberhasilan.

Baik itu bagaimana badan dan muka kita kelihatan dan bagaimana kita harus menjaga kemudaan kita, lepas proses dari penuaan alami. Bagaimana kita berpakaian seberapa banyak uang yang kita hasilkan; di mana kita tinggal; komoditas dan harta benda apa yang bisa kita kumpulkan.

Bertemu Orang yang Tepat di Waktu yang Salah Sungguh Memilukan Bukan?

Budaya terkenal memberitahu kita jika kita perlu bekerja benar-benar keras dan memakai semua sumber daya yang ada untuk pastikan kita capai potensi optimal kita, puncak keberhasilan dan keunggulan.

Baca Juga: Berpura-pura Baik Dan Bahagia Tak Baik

Tidak ada yang usaha untuk jadi rata-rata, untuk lakukan baik-baik saja. Maka saat kita menduga kita sudah membuat keputusan yang keliru, atau melepaskan suatu hal yang kita yakin sebagai hak kita, kita rasakan rasa kehilangan yang susah untuk digoncang.

Ini bisa diaplikasikan pada kesempatan kerja, atau promo, pembelian property atau komoditas, serta hubungan. Berjumpa orang yang pas di saat yang keliru bisa mengubah hidup bila tidak berjalan seperti keinginan kita. Ini bisa berpengaruh pada kita untuk waktu lama, ada kembali saat kita tidak menduganya dan menahan kita untuk meneruskan hidup.

Bertemu Orang Waktu Salah Saat kita berjumpa orang  di saat yang keliru, kita berasa kehilangan kebaikan.

Psikiater mengarah pada duka cita karena ketinggal, atau “Fear Of Missing Out” yang terbaru dan biasanya dikenali sebagai “FOMO”, sebagai bermasalah dengan “masalah yang masih belum usai”.

Saat semua factor tidak berpadu untuk membuat hasil yang kita harapkan, karena satu dan lain perihal, kita tidak memperoleh apa yang kita harapkan dan ini membuat perasaan kehilangan, duka cita, penyesalan, serta perseteruan.

Menggenggam perasaan ini ialah salah satu hubungan yang kita punyai dengan hal yang susah dimengerti yang sudah bisa lolos dari jemari kita hingga kita konsentrasi pada perasaan negatif sebagai selimut keamanan bukannya melepas dan meneruskan hidup kita.

Saat kita berjumpa seorang yang keliatannya bagus, lumrah saja bila kita ingin membuat hubungan itu dan merealisasikan hubungan sama orang itu. Perasaan itu bahkan bisa saja dibalas dan kita bahkan bisa saja mengawali hubungan intim.

Tapi bila orang yang nampaknya betul itu tiba di saat yang keliru, untuk kita atau buat mereka, hubungan pasti tidak berhasil. Walau semua kotak yang lain dicentang; daya magnet, nilai, tujuan hidup, geografi; bila waktunya tidak pas, tidak ada faksi yang mempunyai kekuasaan atas jalannya keadaan dan realita perlu diterima.

Memang susah untuk menerimanya, tapi berjumpa seorang di saat yang keliru bermakna ia ialah orang yang keliru.

Bila Anda berjumpa orang yang pas di saat yang keliru, kemungkinan mereka ialah orang yang keliru. Orang yang pas tidak perlu penuhi persyaratan kemauan Anda dan kebalikannya.

Bila 2 orang ke arah yang keliru dari keduanya, bila seseorang lebih siap dibanding lainnya untuk tinggal, atau bermasalah sama mereka. Mempunyai masalah yang masih belum usai dan tidak mempunyai kemampuan untuk jaga keperluan hubungan pada waktu itu.

Jadi tidak bisa disangkal jika hubungan akan usai dan penampikan akan membuat usai jelek. Waktu ialah segala hal, itu adalah elemen yang pastikan usia panjang, kemakmuran, dan keberhasilan hubungan.

Bermasalah dengan masalah yang masih belum usai saat Anda berasa sudah berjumpa orang yang pas di saat yang keliru. Bahkan juga membuat mereka jadi orang yang keliru, menjadi rintangan dan menyakitkan. Perjuangan itu riil dan Anda akan alami beberapa emosi yang bisa membuat Anda bingung dan tertekan.

Untuk meneruskan dan berjumpa orang yang pas, belajarlah dari hubungan sama orang yang keliru ini.

Kunci untuk menangani dan bekerja maju bukan hanya mengikutsertakan komunikasi sama orang itu, untuk menuntaskan permasalahan antara Anda berdua dan hadapi penurunan dan pemberhentian hubungan, itu mewajibkan Anda berdua untuk lakukan pembersihan perasaan individu Anda sendiri dengan hadapi duka cita Anda, mengekstrak pelajaran dan bekerja maju. Menulis surat untuk orang itu, lepas dari apa mereka tiap membacanya atau mungkin tidak, ialah satu latihan yang bermanfaat untuk diperhitungkan.

Berikut cara-cara lain untuk tangani masalah yang masih belum usai saat kita berjumpa orang yang pas di saat yang keliru:

  • Hargai masa lalu cantik, Anda tidak harus melupakannya.

Seperti pengalaman luar biasa yang lain, hubungan baik kadang cepat berakhir dan karena hanya tidak selama-lamanya, tidak bermakna hubungan itu jadi kurang bermakna. Kadang harus melepas seorang, membuat waktu Anda dengan mereka jadi lebih penting, khususnya karena saat itu benar-benar singkat. Pakai waktu Anda untuk merenungkan saat cantik bukannya pikirkan beberapa hal negatif dan bukti jika itu harus disudahi.

  • Jangan kehilangan harapan Anda, masih setia dengan yang Anda harapkan.

Saat Anda berjumpa sama orang yang menurut Anda kemungkinan orang yang pas di saat yang keliru, Anda tertarik untuk mengubah diri dan tujuan Anda, supaya sesuai persyaratan yang Anda yakin akan jaga hubungan. Anda membuat diri Anda tidak berhasil dan selanjutnya, Anda yang sesungguhnya dan keperluan Anda yang paling sejati akan ada kembali dan Anda tidak lakukan apa saja terkecuali sia-siakan waktu Anda dan seseorang. Hal terbaik yang bisa Anda kerjakan untuk diri Anda sendiri ialah jujur dalam diri sendiri; kemauan Anda, tujuan hidup Anda dan di mana Anda ada dalam kehidupan Anda. Lepas atas sesuatu yang Anda berpikir Anda terlewat, bila Anda masih orisinal, Anda tidak dapat salah.

  • Rasakan kepahitan, ini menolong Anda sembuh bisa lebih cepat.

Tidak apa-apa untuk berduka, geram, kecewa, bingung, bahkan juga getir. Semua perasaan itu benar dan menyangkalnya cuman akan perkuatnya. Hidup ialah mengenai pasang kering dan ide jika itu akan berjalan lancar ialah salah dan dibikin oleh harapan manufacturing yang kita peroleh dari budaya terkenal. Saat kita berasa paling hidup dan tersambung secara dalam dengan kemanusiaan kita ialah saat kita alami kehilangan, yang tentu saja tidak dapat dijauhi. Ini ialah keadaan manusia untuk ketahui dan rasakan dan karenanya bersedih. Kami ingin membuat perlindungan diri dari merasa sakit dan kekesalan ini dan membuat keputusan terbaik untuk menghindar cedera yang tak perlu, tapi kadang tidak semua ada pada kendalian kami dan kami cuman memperoleh info ini dan alat untuk bikin keputusan yang lebih baik lewat pengalaman pahit. Rangkullah itu.

  • Bertekadlah untuk menjauh atas sesuatu yang tidak memberikan keuntungan Anda.

Siap dan berkemauan untuk menjauhi suatu hal yang betul-betul kita harapkan. Tapi tidak bisa kita punyai memerlukan kemampuan watak dan kematangan emosi.

Terkecuali Anda seorang balita, Anda perlu meningkatkan pengetahuan jika Anda tidak bisa mempunyai semuanya yang Anda harapkan dalam kehidupan. Di mana rintangannya? Ini cuman kontraproduktif serta menghancurkan untuk coba memaksakan keadaan atau hubungan saat gagal.

Berjumpa sama orang yang pas di saat yang keliru ialah peluang untuk memperoleh pelajaran hidup ini dan ketika waktunya. Banyak orang condong menyaksikan ke belakang dengan menyaksikan ke belakang dan bisa menghargakan argumen.

Kenapa beberapa hal berkembang dengan yang mereka kerjakan. Kita bisa menyaksikan ke belakang dan menyaksikan jika walau beberapa hal. Tidak berjalan sama seperti yang kita harapkan pada waktu itu, mereka lebih baik untuk kita dalam periode panjang.